Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Februari 2011

Jadilah Orang yang "BAHAGIA"

Kebahagiaan adalah sebuah kata yang sangat diidam-idamkan oleh setiap manusia normal untuk hadir dalam kehidupannya. Tak seorangpun dari kita yang tak ingin untuk merasakan apa yang disebut dengan “kebahagian” itu. Namun permasalahannya sekarang adalah bagaimana cara kita dalam mewujudkan kebahagiaan yang kita idam-idamkan itu untuk bisa hadir dalam kehidupan kita. Kita selalu ingin kebahagian itu mampir dalam setiap langkah pejalanan hidup kita. Namun di sisi lain, kita sering melakukan penundaan terhadap kebahagiaan itu untuk hadir dalam kehidupan kita. Kita sadari atau tidak, tapi penundaan itulah yang sering kita lakukan.Betapa tidak, coba kita ingat-ingat lagi masa lalu kita. Kita tentu pernah berkata, atau paling tidak terlintas dalam pikiran kita beberapa ungkapan seperti ini, “mungkin aku akan bahagia jika aku sudah lulus sekolah, aku akan terbebas dari semua tugas dan paksaan untuk buat tugas. Setelah lulus sekolah kita melanjutkan ke perguruan tinggi dan ternyata kebahaiaan itu tak juga kunjung datang, kita masih juga dibebani dengan pikiran kita sendiri. Kemudian kita berkata lagi mungkin saya akan bahagia jika sudah tamat kuliah nanti munkin saya akan bahagia ketika saya banyak uang, mungkin saya akan lebih bahagia setelah saya tidak sendiri lagi, dan ungkapan lain yang senada dengan itu”. Ungkapan seperti itu secara tidak langsung telah manyebabkan kita melakukan penundaan kebahagiaan. Karena pikiran kita telah dipengaruhi oleh pemahaman bahwa kebahagiaan itu bersyarat.

Setelah tamat kuliah tentu kita ingin dan akan bekerja. Pada saat kita telah memasuki masa kerja ini, jika kita masih tetap tidak bisa menikmati kehidupan kita kala itu, maka jangan berharap kebahagiaan itu akan menghampiri kita. Itu salah satu cara kita menunda kebahgiaan tanpa kita sadari. Karena kebahagiaan itu akan terasa jika kita benar-benar mampu menikmati dan mensyukuri kehidupan kita pada saat ini, bukan menunggunya hadir pada hari esok.

Jangan terlalu cemas dengan masa depan kerena itu akan menyebabkan kita menjadi terbebani, dan hal itu merupakan bagian dari cara kita menunda kebahagiaan. Hiduplah pada hari ini, nikmati hidup anda. Janagn terlalu risau denagn hari esok. Libatkan diri Anda sepenuhnya dengan kehidupan hari ini. Jangan beranggapan bahwa kebahagian itu akan kita rasakan setelah kita mencapai apa yang kita tuju. Sesungguhnya kebahagiaan itu ada pada sepanjang proses dalam mencapai apa yang ingin kita tuju itu. Tentu dengan syarat bahwa kita benar-benar menikmati proses itu dan total terlibat di dalamnya.

Sekali lagi, jangan menunda kebahagiaan dan jangan pernah mencari kebahagiaan. Karena kebahagiaan itu sejatinya ada dalam diri kita sendiri. Ketika kita bisa menjalani setiap pilihan hidup yang kita pilih serta mampu mensyukurinya dengan sepenuh hati, maka kebahagian itu akan datang dengan sendirinya. Kita tidak usah repot-repot mencarinya.

Maka, STOP MENGELUH DAN BERSYUKURLAH,….
Niscaya KEBAHAGIAAN itu akan menghampiri hidupmu.
[..Selengkapnya..]

Masalah Dan Kehidupan

Kita tentu sering atau setidaknya pernah mendengar sebuah kalimat seperti ini, “Hidup itu adalah masalah”? sebuah kalimat yang terdengar klise, tapi sering kita dengar, baik itu dalam bercnda ketika bergaul atau mungkin ketika seorang sahabat memberikan nasehat kepada kita ketika kita mengeluhkan tentang hidup kepadanya. Memang terdengar klise, tapi itulah sejatinya hidup. Hidup dan msalah ibarat dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan.
Kehidupan kita tak akan pernah terlapas dari sebuah kata yang disebut “masalah” itu. Selagi kita masih hidup dan masih saja menghirup oksigen bumi Allah ini, maka masalah akan terus mengikuti gerak langkah kita. Jadi, jangan pernah terlalu berharap masalah akan pergi dari kehidupan kita. Apalagi mengutuki Tuhan ketika masalah itu menghampiri kita. Tidak sedikit juga dari kita yang mengutuki nasib ketika masalah datang. Ada yang megatakan Tuhan tidak adillah, ada yang mengatakan tuhan tidak sayang lagi pada meraka, dan banyak lagi kalimat lain yang bernada mengutuki nasib. Itu semua hanya pekerjaan sia-sia saja yang hanya akan buat kita semakin terpuruk. Jangan habiskan waktu kita untuk kalimat-kalimat yang tidak penting itu. Jika itu tetap kita lakukan berapa banyak waktu yang kita habiskan untuk sebuah hal bodoh yang hanya memperbesar masalah saja. Coba saja kita berfikir mencari solusi ketika masalah itu datang mungkin saja kita akan bahagia dengan masalah itu.

Tidak ada seorang pun yang hidup di dunia ini yang luput dari masalah. Saya, anda dan semua orang yang ada di sekitar kita tentu punya masalah masing-masing. Sebenarnya masalah akan mulai terasa ketika kita baru mengenal arti kehidupan ini. Karena masalah adalah bahagian dari kehidupan. Dalam kehidupan ini kita selalu dihadapkan pada berbagai kesempatan yang terselubung rapi dalam bentuk masalah yang selalu memerlukan sebuah jalan keluar cerdas.

Kenapa anak kecil terlihat tidak memikirkan masalah dalam kehidupannya. Mereka terlihat sangat menikmati kehidupannya. Mereka tertawa lepas tanpa beban. Ah, bahagia sekali kehidupan anak kecil itu. Masa kecil memang masa yang sangat indah. Mereka seperti itu karena mereka belum begitu paham arti dari sebuah kehidupan. Hanya persoalan waktu saja, sebelum mereka betul-betul mengenal arti hidup.

Dalam pikiran kita, tentu kita berharap kita akan terbebas dari segala bentuk belenggu masalah. Tapi itu semua hanya harapan sia-sia saja. Harapan yang kecil sekali kemukinannya akan terwujud atau bahkan tidak akan pernah terwujud sama sekali. Jadi, berhenti saja berharap yang aneh-aneh seperti itu. Karena masalah akan tetap ada. Semakin besar keinginan kita untuk membuang masalah dari kehidupan kita, maka semakin besar rasa itu akan menghantui kehidupan kita.

Beragam cara orang dalam menyikapi masalah dalam kehidupannya. Ada yang mengangap masalah sebagai sebuah hambatan dan akhirnya ia kan putus asa. Ada juga yang mengangap masalah sebagai sebuah tantangan dan selalu berusaha mencari cara untuk meleweti semua tantangan itu.

Sebenarnya besar atau kecilnya masalah itu tergantung cara pandang dan bagaimana cara kita dalam menyikapi masalah. Tidak ada kita yang benar-banar memiliki masalah yang besar, dan juga tidak ada kita yang benar-banar tidak punya masalah dalam hidup ini. Sesungguhnya pikiran kitalah yang menetukan semuanya. Pikran kitalah yang telah membesar-besarkan masalah. Dan pikiran kita juga yang bisa membuat hidup kita serasa tanpa masalah. Jadi, masalah hanya ada dalam pikiran kita saja. Masalah itu ada dalam diri kita sendiri, bukan pada orang lain dan bukan juga pada lingkungan kita. Kitalah yang menciptakan masalah melalui pikiran-pikiran yang selalu dipenuhi rasa takut. Pikiran takut susah, takut miskin, takut tidak lulus, takut dibenci, takut gagal dan ketakutan-ketakutan lainya.

Sebanarnya kita manusia ini adalah makhluk yang unik. Kita dirancang untuk memecahkan masalah dan menemukan cara baru dalam melakukan sesuatu dalam hidup ini. Masalah adalah bagian dari alam semesta dan kehidupan ini yang selalu memacu kita untuk belajar, mengalami dan mengerjakan sesuatu. Bukan justru memupuk pikiran dengan rasa takut yang tak berdasar yang hanya membuat kita merasa masalah itu adalah sebuah momok menakutkan dalam kehidupan ini.

Mulai saat ini, mari kita ubah cara kita dalam menyikapi dan menghadapi masalah karena masalah itu tidak akan mungkin kita singkirkan dari kehidupan kita. Para pemikir mengatakan bahwa masalah itu adalah kesempatan untuk belajar. Jadi, mari kita belajar untuk membuat hidup ini terasa lebih indah.

Jangan pernah takut Dengan MASALAH, tapi mari kita pikirkan cara terbaik dalam menyikapinya….!!!



Oleh : Heru Perdana
[..Selengkapnya..]

Senin, 31 Januari 2011

Antara Cinta, Pacaran dan Patah Hati

Antara cinta, pacaran dan patah Hati adalah tiga untaian kata yang memiliki hubungan sebab akibat. Cintalah yang mendasari terbentuknya sebuah hubungan antara seorang laki-laki dan perempuan yang sering disebut dengan istilah “pacaran”. Dan pacaran sering sekali berakhir dengan sebuah keadaan yang sangat menyakitkan yaitu “patah hati”. Inilah bentuk dari hubungan sebab akibat dari ketiga kata yang saya maksud tadi. Memang tidak selalu begitu, tapi sering kali itu terjadi.

Sekarang mari kita pahami betul maksud dari kata itu satu persatu. Bicara soal cinta, belum ada yang bisa memberikan defenisi yang akurat terkait masalah cinta ini. Yang jelas cinta itu selalu ada dan akan selalu ikut serta dalam kehidupan kita. Percaya atau tidak, saya, anda dan kita semua lahir karena cinta. Seorang ibu rela bangun dan begadang tengah malam menunggui bayinya yang masih kecil adalah bentuk dari cinta. seorang ayah yang rela banting tulang untuk menghidupi keluarganya tanpa kenal leleh dan sering lupa waktu, juga bentuk dari cinta. Ini cinta yang sejati yang lahir dari sebuah hubungan yang sejati pula.
Kemudian pacaran, merupakan suatu hubungan asmara antara seorang laki-laki dan seorang perempuan yang didasari oleh rasa cinta dan kasih. Yang jelas hubungan ini belum diikat oleh ikatan suci layaknya pernikahan. Banyak alasan kenapa hubungan itu bisa terjadi. Ada yang mengatakan sebagai wadah untuk saling mengenal pasangan sebelum melanjutkan kejenjang yang lebih serius. Ada juga yang mengatakan hubungan itu dijalin karena mereka butuh seorang teman untuk berbagi. Dan masih banyak alasan lainnya.

Berbagai bentuk dan gaya juga telah diperagakan oleh mereka yang menjalin hubungan pacaran ini. Ada yang memang betul-betul hanya sebatas cara mengenal pasangannya saja sebelum naik level kejenjang yang lebih serius. Ada juga yang menjalaninya hanya sekedar sebagai teman berbagi saja, serta intensitas pertemuan mereka pun diatur sedemikian rupa. Dan ada juga yang menjalani hubungan tersebut layaknya suami istri, dan bedanya hanya saja mereka tidak tinggal serumah. Cara terakhir inilah cara yang paling ekstrim dalam mengekpresikan rasa cinta. Dan jelas-lelas bertentangan dengan syari’at.

Dari sekian banyak cara yang ditunjukan dalam mengekspresikan rasa cinta oleh mereka yang tengah dimabuk rasa itu, tak sedikit dari mereka yang keluar dari koridor-koridor norma agama dan sosial. Tanpa mereka sadari mereka telah terjebak oleh jebakan-jebakan yang mereka ciptakan sendiri. Dan akhirnya tak sedikit juga dari mereka yang merasakan akibat pahit dari suatu hubungan itu, yaitu “patah hati”. Yang merupakan sebuah kenyataan pahit yang tak pernah diharapkan oleh sepasang kekasih yang tengah dimabuk kasih itu.

Rasa cinta itu memeng unik. Kadang rasa itu bisa membuat mereka yang merasakannya bersorak gembira dan seolah bumi ini berputar pelan bagi mereka. Kadang juga bisa membuat mereka yang dihampirinya tersenyum-senyum sendiri dan sulit untuk memejamkan mata di malam hari. Namun juga tak jarang rasa cinta itu membuat mereka menagis terisak-isak dan menghilangkan selera makan. Ya, itu lah cinta, indah, ceria kadang merana.

Mulai saat ini mari kita berhati-hati dalam menata hati. Berhati-hati dalam melabuhkan cinta. Karena jika tidak maka rasa cinta itu akan melukai dan merusak hati dan perasaan kita sendiri. Agar kita jangan merasakan apa yang dinamakan “patah hati” itu maka labuhkanlah cinta itu di hati yang tepat dan pada waktu yang tepat pula.

oleh : Heru Perdana
[..Selengkapnya..]

Bookmark and Share

Modified by Blogger Tutorial

Blogger Communities ©Template Nice Blue. Modified by Indian Monsters. Original created by http://ourblogtemplates.com Blogger Styles

TOP